Membangun Karakter Pada Anak

header niko 728 x 90

Karakter dibangun dari teladan hidup hari ke hari, bukan dari ceramah.

Diceritakan seorang ayah sedang berusaha membangun karakter pada anaknya. Seorang anak yang melihat ayahnya sedang bercukur merasa heran dengan rambut sang ayah. Ia bertanya ada apa dengan rambut sang ayah. Ayahnya menjelaskan bahwa ia telah menumpahkan shampo ke bak cuci, dan ia telah mengambil tumpahan tersebut dan menaruhnya di rambutnya, karena sebentar lagi ia juga akan mandi.

Anak tersebut berkata kepada sang ayah, bahwa tidak akan ada orang yang akan mengatakan sang ayah menghambur-hamburkan sesuatu hanya karena membuang tumpahan shampo tersebut.

Namun sang ayah memang memiliki pendirian bahwa ia harus menggunakan setiap kesempatan dalam hidup sehari-hari untuk mengajarkan kepada anak prinsip-prinsip tertentu. Maka sang ayah tersenyum kepada anaknya dan mengatakan bahwa mainan miliknya telah terbeli karena perhatian yang telah mereka diberikan kepada hal-hal yang kecil seperti shampo tersebut.

Sering kali kita mengabaikan hal-hal kecil seperti contoh cerita diatas. Dihadapan anak kita, kita sering bertindak dan berperilaku yang tidak semestinya, dan sang anak melihat dan meniru. Kita lebih sering hanya mengatakan anak tidak boleh begini dan begitu tanpa memberi contoh yang baik dalam tindakan dan perilaku hidup kita sehari-hari. Kita hanya berharap anak dapat menurut akan apa yang kita katakan, padahal sang anak terbentuk karakternya karena contoh perilaku kita sehari-hari.
membangun karakter

Demikian semoga kita bisa mencontoh kisah sang ayah yang membangun karakter pada anaknya, dengan teladan hidup dari hari ke hari dalam kisah diatas.

Semoga bermanfaat… 🙂

 

BANNER FREE MEMBER

This Post Has Been Viewed 80 Times

Be the first to comment on "Membangun Karakter Pada Anak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


 
Mau Mendapat Tutorial Marketing Online Gratis ? KLIK DISINI