Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Pantai Baru Bantul Yogyakarta

pembangkit listrik tenaga hybrid pantai baru 1
header niko 728 x 90

Mulai tahun 2010, di Desa Ngentak, Srandakan, kabupaten Bantul Yogyakarta telah beroperasi PLTH (Pembangkit Listrik tenaga Hybrid). Dan sejak saat itu, warga sekitar tidak pernah kuatir akan kekurangan aliran listrik, bahkan saat ketersediaan listrik nasional sedang diributkan. Bahkan untuk menghindari terbuangnya kelebihan produksi listrik, perlu beberapa turbin angin harus dimatikan.

Berkaitan dengan pengadaan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Pantai Baru Bantul Yogyakarta ini, memerlukan pengelolaan secara mandiri oleh masyarakat setempat. Kemandirian energi tidak hanya masalah penyaluran energi listrik ke rumah warga, namun juga berkaitan pengelolaan secara berkesinambungan yang harus melibatkan masyarakat secara aktif.

Warga harus ada yang memastikan generator turbin angin serta panel surya berfungsi dengan baik. Perlu adanya pemeriksaan baterai aki sebagai sumber tempat penyimpanan listrik yang dihasilkan. Jika ada kerusakan terhadap komponen-komponen tersebut, harus ada warga yang siap memperbaikinya hari itu juga. Warga yang bertugas sebagai teknisi perlu memastikan turbin angin dan panel surya terintegrasi dalam PLTH dan beroperasi 24 jam. Hal tersebut karena kawasan Pantai Baru ini listriknya dipenuhi dari PLTH ini.

Telah lima tahun berjalan, pengelolaan PLTH di Pantai Baru ini dianggap sangat baik dan perlu diapresiasi. Telah terbukti PLTH ini mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat. Dan saat ini PLTH ini menjadi acuan bagi pengelolaan energi terbarukan di Indonesia.

Kunci utama berhasilan pengelolaan PLTH di Pantai Baru ini adalah peran serta masyarakat dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pengelolaan sumber energi mandiri. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai konsumen, namun juga dilibatkan dalam peroses produksi, distribusi dan penguasaan faktor produksi. Jadi peran masyarakat tidak hanya mengumpulkan iuran listrik semata.

Awal mula pengadaan PLTH di Pantai Baru adalah untuk ketersediaan es Kristal bagi para nelayan, dan hal ini dapat terpenuhi dengan baik, kemudian PLTH dimanfaatkan sebagai sumber listrik penerangan jalan di kawasan Pantai baru, dan kemudian berlanjut ke penyedianan listrik bagi penerangan kios-kios kuliner di kawasan wisata pantai baru.

PLTH Pantai Baru ini memiliki 34 tubin angin dan 238 panel surya yang mampu menghasilkan daya 90 KW. Daya ini ternyata mampu untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi 40 lampu jalan dan 50 kios kuliner, bahkan listrik yang dihasilkan melebihi kebutuhan yang ada.

Kapasitas listrik yang begitu besar dan kemudaan akses listrik, masyarakat setempat hanya membayar Rp 10 ribu. Untuk es bagi para nelayan, harga yang perlu dibayar Rp 1000 per kilogram.

Selain itu  PLTH ini dimanfaatkan untuk bidang pertanian.  Listrik dari PLTH ini dimanfaatkan untuk mengangkat air bersih dengan sistem Pompa Air Tenaga Matahari. Air tersebut untuk kolam budidaya ikan dan pertanian lahan pasir di sekitar Pantai Baru.

Ternyata tim pengelola PLTH ini juga membuat panel surya dan turbin angin sendiri. Dari membuat menara penyangga, alat kontrol turbin, dan baling-baling turbin angin dari material fiberglass. Hebantnya lagi komponen buatan tim pengelola PLTH Pantai Baru ini berkualitas sangat kompetitif dan telah didistribusikan ke banyak daerah.

Demikian sekilas informasi tentang keberhasilan pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Pantai Baru Bantul Yogyakarta, sebagai bagian dari pengadaan sumber energi terbarukan, yang bisa menjadi contoh untuk dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

BANNER FREE MEMBER

This Post Has Been Viewed 2,186 Times

1 Comment on "Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Pantai Baru Bantul Yogyakarta"

  1. Awesome article.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


 
Mau Mendapat Tutorial Marketing Online Gratis ? KLIK DISINI