Stroke Ancaman Bagi yang Sering Marah

Stroke Ancaman Bagi yang Sering Marah
header niko 728 x 90

Dulu penyakit stroke terkenal menyerang orang yang sudah lanjut usia. Namun saat ini mereka yang berumur 30-an tahun telah banyak yang mengalami stroke. Gaya hidup yang tidak sehat menjadi penyebab penyakit syaraf ini, namun ternyata sikap ambisius dan temperamen tinggi juga bisa berakibat pada timbulnya penyakit ini. Ternyata stroke ancaman bagi yang sering marah.

Berdasarkan studi America Academy of Neurology, memberi kepastian tentang penyakit stroke di usia dini. Dari studi yang ada diketahui, satu dari 5 penderita stroke berusia dibawah 45 tahun. Mereka yang berusia 20 tahunan juga sudah banyak yang terdiagnosa stroke.  Pada tahun 2008, di Indonesia ada 1,7 juta penderita penyakit stroke. Dan penduduk yang diatas 35 tahun, sebanyak 12 juta orang beresiko terkena penyakit ini. Tentu hal ini cukup mengejutkan, karena beberapa tahun lalu, rata-rata penduduk yang beresiko terkena strok berusia 55 – 65 tahun.

Penyebab stroke diusia muda diantaranya adalah adanya penggumpalan darah di jantung ataupun otak akibat dari mengkonsumsi obat-obatan melebihi dosis, dan juga akibat gaya hidup yang tidak sehat, misalkan merokok dan mengkonsumsi alkohol.

Menurut ahli syaraf dari fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, selain faktor genetik dan gaya hidup yang tidak sehat, tidak mampuan mengelola stres dengan baik sehingga sering marah-marah berlebihan dan juga terlalu ambisius dalam mengejar target juga menjadi sebab munculnya penyakit stroke. Tentu mereka yang ada di usia 25 – 45 tahun, memang baru berusaha mengejar karier dan kesuksesan, dan tanpa sadar bisa saja mereka memasang target tinggi dan keras terhadap diri mereka.

Anak muda umumnya memang jarang mengalami masalah pembuluh darah, karena organ tubuh mereka masih bekerja dengan baik, namun gaya hidup yang cenderung tidak sehat seperti jarang olah raga, jadwal makan yang berantakan, merokok, bahkan mungkin mengkonsumsi alkohol, membuat risiko terkena stroke meningkat.

Gaya hidup yang tidak sehat bisa menimbulkan plak di pembuluh darah. Plak ini membuat penyaluran oksigen dan nutrisi ke otak terganggu. Lebih lagi penyempitan pembuluh darah akan bertambah saat stres tinggi. Walaupun jarang sebagai faktor tunggal penyebab stroke, emosi tinggi seperti marah-marah berlebihan, menangis histeris, bisa menambah risiko stroke jika memang telah ada plak di pembuluh darah.

Saat marah, otak memerintahkan tubuh untuk melepaskan zat kimia yang menyebabkan seluruh organ tubuh dalam kondisi siaga melalui neurotransmiter (zat di otak yang berguna membawa pesan antar sel syaraf). Zat bernama Adrenalin ini meningkatkan tekanan darah sehingga jantung berdenyut lebih keras, dan tubuh menjadi tegang. Saat tekanan darah meningkat, diameter pembuluh darah mengecil dan darah yang mengalir ke otak berkurang. Inilah yang menyebabkan otak kekurangan oksigen dan glukosa, sehingga jaringannya bisa ‘pingsan’ bahkan ‘mati’. Saat itulah penyakit stroke terjadi.

Penelitian Harvard University, orang yang sering marah-marah memiliki risiko terkena penyakit stroke 3 kali lipat. Mereka yang sering marah ini diketahui memiliki lebih banyak penebalan pembuluh darah di sekitar leher, jadi risiko tersumbatnya aliran darah ke otak maupun jantung meningkat. Penelitian memperlihatkan bahwa 2 jam setelah seseorang meluapkan kemarahannya adalah saat paling berbahaya, seseorang bisa langsung terkena stroke dalam kurun waktu itu.

Temperamen tinggi juga berdampak kesehatan secara kumulatif.  Semakin sering orang marah, risiko mengalami serangan jantung dan stroke semakin tinggi.

Demikian ulasan stroke ancaman bagi yang sering marah, semoga bisa menjadi manfaat bagi hidup kita semua.

Yuk baca juga:

Sadar Untuk Hidup Sehat

Memiliki Kulit Sehat Dengan Diet

BANNER FREE MEMBER

This Post Has Been Viewed 744 Times

Be the first to comment on "Stroke Ancaman Bagi yang Sering Marah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


 
Mau Mendapat Tutorial Marketing Online Gratis ? KLIK DISINI